Dibuat atas dorongan mendalami inti kesejarahan kopi di Indonesia, Aroma of Heaven mengajak kita berefleksi mengenai kedekatan peminum dan kopinya. Film ini menyoroti konteks kolonialisme modern di balik arus besar kopi dan relevansinya terhadap komodifikasi di industri kopi. Komodifikasi meyakini bahwa kopi sebagai ‘barang’ yang semuanya bisa dijual, bersifat seragam dan menihilkan relasi dengan ekosistem di kebun kopi. Sejak 2011, kru film telah menelusuri sumber lokal dan internasional, bertemu dan berdialog dengan berbagai pakar, petani, dan pelaku industri kopi. Melalui pendekatan antropologis, film ini menunjukkan bagaimana relasi kekuasaan ‘sengaja’ didesain sebagai cara membangun persepsi atas citarasa kopi. Ekspresi atas kopi senyatanya adalah konstruksi budaya dalam relasi kekuasaan yang sangat dinamis.
Spesifikasi Teknis
Durasi: 65 menit
Tahun Rilis: 2014
Bahasa: Bahasa Indonesia
Teks: Bahasa Inggris
Sutradara, Produser, Editor: Budi Kurniawan
Penulis: Budi Kurniawan
Direktur Fotografi: Batara Goempar, Ridho Darusalam
Musik: Yennu Arendra
Perusahaan Produksi: BudFilm
Format: Digital Cinema HD
Rasio Aspek: 16:9
Suara: Dolby Stereo
Penghargaan
2015 – Best Editing, Ahvaz International Science Film Festival
2015 – Best Documentary Award, Hainan International Maritime Silk Road Film
Festival
2014, Official Selection – Luang Prabang International Film, Laos
2014, Official Selection 2014 Festival Film Dokumenter (FFD)
2015, Official Film – World Coffee Film Festival Sata Anna, USA & Vancouver, Canada
2015, Official Selection 2015 Philadelphia Asian American Film Festival (PAAFF)
2016, Special Screening CGV Seoul by ITPC Busan with KBRI Seoul
AROMA OF HEAVEN
26 & 27 September, 2025
SCAJ, Tokyo Big Sight Jepang
https://scajconference.jp/en/
https://scajconference.jp/en/
AROMA OF HEAVEN
Segera Hadir
Galeri
THAMAR BECKS
“Beribu-ribu kilometer jauhnya dari tanah air saya, di Indonesia ini saya menemukan kepingan rumah.”
WILDAN MUSTAF
“...maka kita bisa melihat dan mencicipi kopi dari perkebunan kita sendiri.”
PUJO SEMEDI HARGO YUWONO
“Inilah tradisi yang dibangun oleh tatanan kolonial.”
MIRA YUDHAWATI
“Jadi, aroma sebenarnya adalah ingatan-ingatan yang kita simpan dan kita pertajam.”
THAMAR BECKS
“Beribu-ribu kilometer jauhnya dari tanah air saya, di Indonesia ini saya menemukan kepingan rumah.”
WILDAN MUSTAFA
“...maka kita bisa melihat dan mencicipi kopi dari perkebunan kita sendiri.”
PUJO SEMEDI HARGO YUWONO
“Inilah tradisi yang dibangun oleh tatanan kolonial.”
MIRA YUDHAWATI
“Jadi, aroma sebenarnya adalah ingatan-ingatan yang kita simpan dan kita pertajam.”
Testimoni
“Film inspiratif yang mengajarkan kita untuk merawat kopi, mulai dari tanaman hingga ke cangkirnya.”
Mira Yudha
(Juri Kompetisi Barista Dunia)
“Pandangan yang menawan tentang kopi sebagai sumber kehidupan peradaban kita.”
Alex Komang
(Aktor Indonesia)
“This film makes us appreciate the incredible journey of coffee, from the plant to the cup.”
Tuti Mochtar
(Spesialis Kopi, Juri Kompetisi Kopi Dunia, Pelatih Barista)
“Film inspiratif yang mengajarkan kita untuk merawat kopi, mulai dari tanaman hingga ke cangkirnya.”
Mira Yudha
(Juri Kompetisi Barista Dunia)
“Pandangan yang menawan tentang kopi sebagai sumber kehidupan peradaban kita.”
Alex Komang
(Aktor Indonesia)
“This film makes us appreciate the incredible journey of coffee, from the plant to the cup.”
Tuti Mochtar
(Spesialis Kopi, Juri Kompetisi Kopi Dunia, Pelatih Barista)
Cendera Mata



