Mantra of Kahwa

2025 | 65 Menit

Tonton Trailer

Film ini bertutur perihal kopi dari keluarga petani di Sumatera, relasi mereka dengan hutan dan tradisi yang tumbuh dari keberadaannya bersama alam. Aktivitas berkebun kopi tidak hanya sebagai bentuk produksi semata, akan tetapi sebagai jalan kehidupan untuk menjaga keselarasan ekologi. Film ini mengenalkan praktik ‘tantu’, sebuah ‘benang sakral’ tak kasat mata yang mengikat manusia, alam dan budaya lintas generasi. Konsep tantu ini di sajikan sebagai inti penceritaan dan gambaran metaforik yang memandu alur film dan menghubungkan pengalaman personal petani kopi dengan nilai-nilai ekologi yang luas dalam keseharian.

Spesifikasi Teknis

Durasi: 65 menit

Tahun Produksi: 2025

Bahasa: Bahasa Indonesia

Teks: Bahasa Inggris, Bahasa Jepang

Sutradara, Produser, Editor: Budi Kurniawan

Penulis: Uji Sapitu, Budi Kurniawan

Direktur Fotografi: Jo Satrianie

Musik: Yennu Arendra

Perusahaan Produksi: BudFilm

Format: Digital Cinema HD

Rasio Aspek: 16:9

Suara: Dolby Surround

MANTRA OF KAHWA

26 & 27 September, 2025

SCAJ, Tokyo Big Sight Jepang
https://scajconference.jp/en/

SCAJ, Tokyo Big Sight Jepang
https://scajconference.jp/en/

Segera Hadir

MANTRA OF KAHWA

Segera Hadir

Galeri

Ulasan Kritikus

“Apresiasi adalah kuncinya.
Dari apresiasi, kita belajar
untuk merawat tanaman, meningkatkan produksi, dan mengonsumsi kopi dengan lebih baik.”

Mira Yudha

(Juri Kompetisi Barista Dunia)

“Film ini menunjukkan bahwa kopi adalah denyut nadi peradaban kita. Tersirat di dalamnya adalah kesadaran budaya yang mengalir seperti darah kehidupan.”

Alex Komang

(Aktor Indonesia)

“Kita selalu meremehkan kopi Indonesia. Tapi film ini menunjukkan betapa panjangnya perjalanan kopi, dari tanaman hingga sampai ke cangkir kita.”

Tuti Mochtar

(Spesialis Kopi, Juri Kompetisi Kopi Dunia, Pelatih Barista)

“Apresiasi adalah kuncinya.
Dari apresiasi, kita belajar
untuk merawat tanaman, meningkatkan produksi, dan mengonsumsi kopi dengan lebih baik.”

Mira Yudha

(Juri Kompetisi Barista Dunia)

“Film ini menunjukkan bahwa kopi adalah denyut nadi peradaban kita. Tersirat di dalamnya adalah kesadaran budaya yang mengalir seperti darah kehidupan.
Jika aliran itu berhenti, peradaban kita akan mati.”

Alex Komang

(Aktor Indonesia)

“Kita selalu meremehkan kopi Indonesia. Tapi film ini menunjukkan betapa panjangnya perjalanan kopi, dari tanaman hingga sampai ke cangkir kita.”

Tuti Mochtar

(Spesialis Kopi, Juri Kompetisi Kopi Dunia, Pelatih Barista)

Penghargaan

Cendera Mata

Bagikan ke . . .