Di hadapan persoalan ekologi masa kini, Legacy of Java mengajak penonton menelusuri perjalanan panjang kopi Jawa. Film ini menyajikan dialog mendalam antara pengetahuan kuno dan dunia modern, bersama para petani hingga pelaku gelombang ketiga di industri kopi. Gagasan keberlanjutan menjadi menarik ketika disandarkan pada kearifan dalam tradisi masyarakat Jawa. Hubungan yang selaras dengan alam dan prinsip-prinsip keluhuran budi dipandang sebagai pintu akses untuk mewariskan nilai-nilai tersebut, sekaligus membangun perspektif baru bagi generasi sekarang dan masa depan.
Spesifikasi Teknis
Durasi: 89 minutes
Tahun Rilis: 2020
Bahasa: Bahasa Indonesia
Teks: Bahasa Inggris, Bahasa Jepang
Direktur, Produser: Budi Kurniawan
Penulis: Budi Kurniawan
Direktur Fotografi: M. Fallah Alfailailasufi, Joko Robertus, Swardi Ranadila
Musik: Yennu Arendra
Editor: W. Ichwan Diardono
Perusahaan Produksi: BudFilm
Format: Digital Cinema HD
Rasio Aspek: 16:9
Suara: Dolby Surround
Festival
2024, Official Screening, Indonesian Film Festival New York
LEGACY OF JAVA
26 & 27 September, 2025
SCAJ, Tokyo Big Sight Jepang
https://scajconference.jp/en/
https://scajconference.jp/en/
LEGACY OF JAVA
Segera Hadir
Galeri
CHRIST
( Vigilante Coffee )
“Meski Anda tidak terlalu memahami kopi, Anda akan selalu mengasosiasikan Jawa dengan kopi.”
ANDANU PRASETYO
“Bisa dibilang kehadiran saya di dunia kopi adalah melalui Tuku. Itulah mengapa ada unsur Jawa di dalam namanya.”
JJ RIZAL
“Di atas tanah kebudayaan itu tumbuh; tanpa tanah, kebudayaan tidak bisa tumbuh.”
MIA LAKSHMI
“Bagi saya, laboratorium dan pengukuran ilmiah sangatlah membantu.”
CHRIST (Vigilante Coffee)
“Bahkan jika Anda tidak terlalu paham tentang kopi, Anda secara alami mengasosiasikan Jawa dengan kopi.”
ANDANU PRASETYO
“Bisa dibilang kehadiran saya di dunia kopi adalah melalui Tuku. Itulah mengapa ada unsur Jawa di dalam namanya.”
JJ RIZAL
“Di atas tanah kebudayaan itu tumbuh; tanpa tanah, kebudayaan tidak bisa tumbuh.”
MIA LAKSHMI
“Bagi saya, laboratorium dan pengukuran ilmiah sangatlah membantu.”
Testimoni
Irfan Ihsan
“Film yang benar-benar membuka mata yang menunjukkan kopi sebagai pemersatu dan pembangun sejarah, bukan hanya sebuah produk.”
Prameswari Mrajabwana
(Integrated Media Art Student)
Irfan Ihsan
“Film yang benar-benar membuka mata yang menunjukkan kopi sebagai pemersatu dan pembangun sejarah, bukan hanya sebuah produk.”
Prameswari Mrajabwana
(Integrated Media Art Student)
Cendera Mata



