Pemutaran Khusus 27 September, Tokyo

2025

Pemutaran Khusus 26 September, Tokyo

2025

Sebuah potret intim tentang kopi Toraja dan warisan budaya yang mulai memudar. Film ini mengajak kita merenungi makna terdalam kopi sebagai ingatan, tanah, dan janji yang harus terus dirawat.

Pemutaran Khusus 26 September, Tokyo

2025

“Film ini membuat Anda melihat kopi lebih dari sekadar minuman-ini adalah tentang manusia, planet, dan cerita dalam setiap cangkirnya.”

Irfan Ihsan (Pemilik Kedai Kopi - Dua DC Coffe)

“Film yang benar-benar membuka mata yang menunjukkan kopi sebagai pemersatu dan pembangun sejarah, bukan hanya sebuah produk.”

Prameswari Mrajabwana (Mahasiswa Seni Media Terpadu)

Penayangan perdana 4 Maret 2020, Jakarta

2020

Di tengah tantangan ekologi, film ini menyusuri jejak kopi Jawa dan gagasan keberlanjutan dalam praktek nyata di keluarga petani. Sebuah dialog antara dunia modern dan pengetahuan kuno yang mengajarkan kita tentang harmoni alam dan warisan budaya.

2024, Festival Film Indonesia New York

Penayangan perdana 4 Maret 2020, Jakarta

2020

2024, Festival Film Indonesia New York

“9,1 dari 10”

IMDb

“Film inspiratif yang mengajarkan kita untuk merawat kopi, mulai dari tanaman hingga ke cangkirnya.”

Mira Yudha (Pemilik Kedai Kopi - Dua DC Coffe)

“Pandangan yang menawan tentang kopi sebagai sumber kehidupan peradaban kita.”

Alex Komang (Aktor Indonesia)

2014

Aroma of Heaven

Melacak sejarah kopi di balik kolonialisme dan konsumerisme. Sebuah refleksi mendalam tentang makna dan kekuasaan di setiap cangkir kopi yang kita nikmati.

2014, Seleksi Resmi - Film Internasional Luang Prabang, Laos
2015, Festival Film Universitas New York 
2015, Film Resmi - Festival Film Kopi Dunia Sata Anna, Amerika Serikat & Vancouver, Kanada
2016, Pameran Kopi Seoul

“9,1 dari 10”

IMDb

“Film inspiratif yang mengajarkan kita untuk merawat kopi, mulai dari tanaman hingga ke cangkirnya.”

Mira Yudha (Pemilik Kedai Kopi - Dua DC Coffe)

“Pandangan yang menawan tentang kopi sebagai sumber kehidupan peradaban kita.”

Alex Komang (Aktor Indonesia)

Penayangan perdana 3 Juni 2014, Jakarta

2014

Melacak sejarah kopi di balik kolonialisme dan konsumerisme secara kronologis dan kontekstual. Film ini menawarkan moda baru, di mana secangkir kopi tak hanya menawarkan citarasa dan pesan-pesan kesetaraan semata. Ia juga sebagai titik di mana setiap penikmat kopi bisa melakukan refleksi atas kuasa dirinya untuk menentukan kopi yang bermartabat. 

2014, Seleksi Resmi - Film Internasional Luang Prabang, Laos
2014, Official Selection Festival Film Dokumenter (FFD)
2015, Film Resmi - Festival Film Kopi Dunia Sata Anna, Amerika Serikat & Vancouver, Kanada
2015, Official Selection Philadelphia Asian American Film Festival (PAAFF)

Penayangan perdana 3 Juni 2014, Jakarta

2014

2014, Seleksi Resmi - Film Internasional Luang Prabang, Laos
2014, Official Selection Festival Film Dokumenter (FFD)
2015, Film Resmi - Festival Film Kopi Dunia Sata Anna, Amerika Serikat & Vancouver, Kanada
2015, Official Selection Philadelphia Asian American Film Festival (PAAFF)

Bagikan ke . . .